Ini adalah kartun Ultra Mainac. Biasanya ditayangkan di spacetoon. Pokoknya kalau ada di TV, nonton deh! kartun ini
Jumat, 02 April 2010
Koran Kartun
Minggu, 10 Mei 2009
Air Terjun Dan Musik
Sabtu, 09 Mei 2009
Gambar Pakai Paint
Tempat dan Kertas Binder Baru Bella
Hari ini cuaca sangat cerah sekali, karena kemarin malam hujan turun dengan deras. Bella, Ibu dan Ayah berjalan-jalan di Supermall. Ibu sedang membeli barang-barang kebutuhan di rumah. Sedangkan Ayah menemani Bella untuk melihat-lihat di toko buku. Kemudian Bella melihat sebuah binder bergambar Princess yang sangat bagus, juga kertas binder Barbie yang cantik. Dia sangat ingin mengoleksinya. Lalu Bella meminta Ayah untuk membelikan kertas dan tempat binder itu.
“Yah, belikan Bella kertas dan binder itu, dong...” pinta Bella sambil merengek.
“Nak, kamu kan sudah punya tempat binder,” kata Ayah. “Kertas binder kamu juga banyak, kan?”
Bella pun terlihat sedih mendengar jawaban Ayah. Dia berjalan lagi melihat sekitarnya. Tiba-tiba Ibu datang.
“Lho, Bella kok murung begitu?” kata Ibu heran. “Kenapa, sayang?” tanya Ibu.
“Itu, Bu. Aku ingin kertas dan binder Princess,” kata Bella sedih.
“Tapi Bella kan sudah punya banyak kertas,” kata Ibu.
“Iya, Bella punya tapi sedikit,” kata Bella merengek.
“Sudah, kita jalan-jalan lagi, ya?” ajak Ibu.
Beberapa waktu kemudian, waktu shalat Dhuhur pun tiba. Pukul 11.30 Ayah mengajak untuk segera shalat.
“Kita ke musholla dulu, yuk?” ajak Ayah.
“Iya, Yah,” kata Ibu dan Bella.
Setelah sampai di musholla, Ayah, Ibu dan Bella pun menuju tempat wudhu. Selesai berwudhu, mereka pun shalat berjama’ah.
“Allahu akbar.”
Selesai shalat, Ibu dan Bella melipat mukena dan mengembalikan ke tempat semula. Mereka pun bersiap untuk pulang.
Beberapa hari kemudian, hari ulang tahun Bella semakin dekat. Ibu telah menyuruh Bella membuat kartu ulang tahunnya sendiri. Setelah menyelesaikannya, Bella bersiap mengantarkan kartu undangan dengan menaiki sepeda pink-nya. Setelah berpamitan pada Ibu, Bella pun berangkat dengan hati riang. Pertama-tama, Bella mengantarkan kartu itu ke rumah Tamara yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Kedua, Bella kemudian ke rumah Eva. Ketiga, undangan itu diantarkan ke rumah kakek dan nenek yang juga tak jauh rumahnya. Keempat, ke rumah Tante Nila, Om Doni dan Dik Nisa yang imut. Bella memang sengaja mengundang keluarga dan teman-teman dekat rumah saja untuk sebuah pesta kecil besok. Selesai mengantarkan undangan, Bella segera pulang karena waktu Maghrib hampir tiba.
Malamnya...
“Bella...segera kerjakan PR-mu ya, Nak?” pinta Ibu.
“Baik, Bu,” kata Bella. Dia lalu menyiapkan buku dan mengerjakan kedua PR-nya dengan tekun.
“Alhamdulillah, sudah selesai,” kata Bella lega.
Bella hampir lupa kalau dia belum shalat Isya. Selesai shalat, Bella bersiap untuk segera tidur karena sore tadi kelelahan mengantar undangan. Akhirnya Bella pun terlelap.
“Kriiiiiiiiing........” jam alarm berbunyi.
Bella langsung terbangun dari tidurnya. Karena hari ini libur, Bella bangun jam 05.00. Biasanya kalau hari sekolah Bella bangun jam 04.30. Tiba-tiba, Bella dihamburi balon warna-warni oleh Ayah dan Ibu.
“Selamat ulang tahun Bella, sayang,” kata Ayah dan Ibu.
“Wah, hari ulang tahunku sudah tiba,” kata Bella senang. “Terima kasih Ayah, Ibu.”
Bella menunggu waktu pestanya jam 12.00 nanti sambil menonton TV.
“Wah, membosankan,” kata Bella tidak sabar menunggu pestanya tiba.
“Makanlah dulu sedikit, Bella,” kata Ibu.
“Wah sepertinya enak-enak sekali,” teriak Bella senang. “Tapi aku ganti baju sekalian ya, Bu?”
Bella menanti kedatangan teman-temannya. Waktu sudah menunjukkan jam 12. Ayah dan Ibu menyerahkan kadonya pada Bella sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Tiba-tiba terdengar pintu diketuk...
“Tok-tok-tok...”
Bella pun membuka pintu pelan.
“Selamat ulang tahun, Bella...” kata teman-teman Bella serempak.
“Wah, terima kasih,” kata Bella senang. “Masuklah!”
Kemudian keluarga dekat Bella juga segera berdatangan. Acara pun segera dimulai.
Sekarang, saatnya membuka kado!!
Kado dari kakek dan nenek adalah tempat pensil. Tamara memberikan buku dongeng dan alat tulis. Dari Tante Nila adalah tas mungil bergambar Tinker Bell. Dari Om Doni sebuah buku tulis dan tempat makan. Dari Dik Nisa, sebuah pin Princess dan stiker Barbie. Dari Ibu tempat binder Princess baru berwarna pink. Kemudian dari Ayah, kertas binder Barbie!! Kado-kado yang sangat diinginkan Bella.
“Wah, ini pesta yang sangat isimewa,” kata Bella senang.
(cerita ini diuploadkan oleh Mama)
“Yah, belikan Bella kertas dan binder itu, dong...” pinta Bella sambil merengek.
“Nak, kamu kan sudah punya tempat binder,” kata Ayah. “Kertas binder kamu juga banyak, kan?”
Bella pun terlihat sedih mendengar jawaban Ayah. Dia berjalan lagi melihat sekitarnya. Tiba-tiba Ibu datang.
“Lho, Bella kok murung begitu?” kata Ibu heran. “Kenapa, sayang?” tanya Ibu.
“Itu, Bu. Aku ingin kertas dan binder Princess,” kata Bella sedih.
“Tapi Bella kan sudah punya banyak kertas,” kata Ibu.
“Iya, Bella punya tapi sedikit,” kata Bella merengek.
“Sudah, kita jalan-jalan lagi, ya?” ajak Ibu.
Beberapa waktu kemudian, waktu shalat Dhuhur pun tiba. Pukul 11.30 Ayah mengajak untuk segera shalat.
“Kita ke musholla dulu, yuk?” ajak Ayah.
“Iya, Yah,” kata Ibu dan Bella.
Setelah sampai di musholla, Ayah, Ibu dan Bella pun menuju tempat wudhu. Selesai berwudhu, mereka pun shalat berjama’ah.
“Allahu akbar.”
Selesai shalat, Ibu dan Bella melipat mukena dan mengembalikan ke tempat semula. Mereka pun bersiap untuk pulang.
Beberapa hari kemudian, hari ulang tahun Bella semakin dekat. Ibu telah menyuruh Bella membuat kartu ulang tahunnya sendiri. Setelah menyelesaikannya, Bella bersiap mengantarkan kartu undangan dengan menaiki sepeda pink-nya. Setelah berpamitan pada Ibu, Bella pun berangkat dengan hati riang. Pertama-tama, Bella mengantarkan kartu itu ke rumah Tamara yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Kedua, Bella kemudian ke rumah Eva. Ketiga, undangan itu diantarkan ke rumah kakek dan nenek yang juga tak jauh rumahnya. Keempat, ke rumah Tante Nila, Om Doni dan Dik Nisa yang imut. Bella memang sengaja mengundang keluarga dan teman-teman dekat rumah saja untuk sebuah pesta kecil besok. Selesai mengantarkan undangan, Bella segera pulang karena waktu Maghrib hampir tiba.
Malamnya...
“Bella...segera kerjakan PR-mu ya, Nak?” pinta Ibu.
“Baik, Bu,” kata Bella. Dia lalu menyiapkan buku dan mengerjakan kedua PR-nya dengan tekun.
“Alhamdulillah, sudah selesai,” kata Bella lega.
Bella hampir lupa kalau dia belum shalat Isya. Selesai shalat, Bella bersiap untuk segera tidur karena sore tadi kelelahan mengantar undangan. Akhirnya Bella pun terlelap.
“Kriiiiiiiiing........” jam alarm berbunyi.
Bella langsung terbangun dari tidurnya. Karena hari ini libur, Bella bangun jam 05.00. Biasanya kalau hari sekolah Bella bangun jam 04.30. Tiba-tiba, Bella dihamburi balon warna-warni oleh Ayah dan Ibu.
“Selamat ulang tahun Bella, sayang,” kata Ayah dan Ibu.
“Wah, hari ulang tahunku sudah tiba,” kata Bella senang. “Terima kasih Ayah, Ibu.”
Bella menunggu waktu pestanya jam 12.00 nanti sambil menonton TV.
“Wah, membosankan,” kata Bella tidak sabar menunggu pestanya tiba.
“Makanlah dulu sedikit, Bella,” kata Ibu.
“Wah sepertinya enak-enak sekali,” teriak Bella senang. “Tapi aku ganti baju sekalian ya, Bu?”
Bella menanti kedatangan teman-temannya. Waktu sudah menunjukkan jam 12. Ayah dan Ibu menyerahkan kadonya pada Bella sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Tiba-tiba terdengar pintu diketuk...
“Tok-tok-tok...”
Bella pun membuka pintu pelan.
“Selamat ulang tahun, Bella...” kata teman-teman Bella serempak.
“Wah, terima kasih,” kata Bella senang. “Masuklah!”
Kemudian keluarga dekat Bella juga segera berdatangan. Acara pun segera dimulai.
Sekarang, saatnya membuka kado!!
Kado dari kakek dan nenek adalah tempat pensil. Tamara memberikan buku dongeng dan alat tulis. Dari Tante Nila adalah tas mungil bergambar Tinker Bell. Dari Om Doni sebuah buku tulis dan tempat makan. Dari Dik Nisa, sebuah pin Princess dan stiker Barbie. Dari Ibu tempat binder Princess baru berwarna pink. Kemudian dari Ayah, kertas binder Barbie!! Kado-kado yang sangat diinginkan Bella.
“Wah, ini pesta yang sangat isimewa,” kata Bella senang.
(cerita ini diuploadkan oleh Mama)
Label:
bella,
binder,
kertas binder,
koleksi binder
Jumat, 13 Februari 2009
KE BANDARA JUANDA
Waktu itu aku berangkat sama dik Dilla ke bandara untuk menjemput papanya dari Makasar. lama banget nunggunya lebih dari 1 jam
Terus beli minum dan jajanan kemudian papanya dik Dilla datang
Pulangnya juga lama sih tapi nggak seberapa lalu sampai rumah aku makan dibuatin spageti sama mama. Lalu aku mengetik blog ini sambil nonton spacetoon acaranya DR.Rin dan panggung kaleido, hunter x hunter
Terus beli minum dan jajanan kemudian papanya dik Dilla datang
Pulangnya juga lama sih tapi nggak seberapa lalu sampai rumah aku makan dibuatin spageti sama mama. Lalu aku mengetik blog ini sambil nonton spacetoon acaranya DR.Rin dan panggung kaleido, hunter x hunter
Senin, 09 Februari 2009
BINDER
Aku mempunyai binder binder ini adalah hadiah ulang tahunku yang ke7 dari bulix pipit
aku senang sekali sama binderku jadinnya aku selalu membawanya kesekolah dan saat bermain dirumah. disekolah aku suka tuker-tukeran kertasnya sama teman-teman jadinya isi binderku makin banyak dan bagus-bagus.
ada pembatas ada princess ada bakugan ada pongebob ada naruto dan lain-lain. tapi sekarang aku nggak pernah tuker-tukeran dikelas lagi karena nggak boleh sama ustadzah soalnya kita suka tuker-tukerannya pas pelajaran sih
tapi ada yang melanggar lho. aku sudah mengingatkan tetapi masih saja ada yang membawanya ada 3 anak padahal kita kan harus jujur
Langganan:
Postingan (Atom)